Belajarlah Dari Trio Macan Plus (by Choky)

Laporan Asian Development Bank (ADB) edisi September 2007 menyebutkan, negara-negara ekonomi industri baru (NIEs) yang juga dikenal dengan istilah negara macan-macan Asia yakni trio Hongkong, Korea Selatan, Singapura plus Taiwan, cukup mapan dengan status negara pasca industri.

 

   Gabungan trio macan Asia plus ini, memberikan andil sangat besar dalam meningkatankan investasi manufaktur di Asia. Pergerakan perdagangannya bergerak terus ke sejumlah negara kawasan Asia di antaranya negara China dan sejumlah negara berkembang, seperti : Malaysia, Filipina, Indonesia dan Thailand. Trio Macan Asia plus mengambil peran signifikan dalam konsetelasi perdagangan produksi manufaktur global. Hasilnya lebih dari dua kali lipat hingga sebesar 14% antara tahun 1980-an-tahun 2004. Padahal, antara tahun 1970-an-2004 mereka menjalani proses industrialisasi yang sangat berat. Akibatnya, mengalami kehilangan yang sangat berarti dari potensi sektor manufakturnya dibandingkan dengan total produksi.  

 

   Diperkirakan, kelompok negara trio macan Asia plus memberikan sumbangan dari industri manufaktur lebih dari 60 persen terhadap pendapatan nasional (GNP) dan jumlah ekspor lebih dari 40 persen. Jika menggunakan ukuran Bank Dunia, negara-negara tersebut dapat dikategorikan sebagai negara-negara pasca industrialisasi.

            

   Ciri-ciri negara pasca industrialisasi, pertama, negara tidak lagi terkonsentrasi pada industrialisasi dalam negeri, melainkan sudah mengalihkan fasilitas produksi ke negara-negara sahabat. Kedua, cenderung memusatkan perhatian pada pemeliharaan lingkungan hidup yang sehat, dan menghindari polusi udara dan sanitasi yang buruk. Ketiga, pemerintah melaksanakan kebijakan penguatan pengembangan teknologi dan SDM guna meningkatkan produktivitas. Apalagi, kemampuan potensi sumber daya alam mereka sangatlah minim.

 

   Keempat, kinerja industri manufaktur menekankan efisiensi produksi pada skala ekonomi yang mengarahkan pada industri dasar yang luas. Namun, tetap berorientasi pada peningkatan kemampuan guna memenuhi keinginan dan kepuasan konsumen. Kelima, pemerintah melakukan berbagai inovasi dalam rangka memecahkan persoalan ekonomi dan industri yang rumit.

 

      Keenam, pemerintah membangun pasar berbasis pada kompetisi yang sehat di dalam negeri. Untuk keperluan itu, pemerintah melakukan penindakan tegas kepada para pelanggar hukum tanpa perlakuan yang diskriminatif. Ketujuh, pemerintah menyediakan infrastruktur dimulai dari penyediaan peralatan mesin listrik dan non listrik, serta peralatan transportasi yang mencapai 34% dari  sektor manufaktur berkembang Asia.

 

   Kedelapan, pemerintah menetapkan skala prioritas untuk membangun industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, barang-barang dari bahan kulit, dan alas kaki yang mencapai sekitar 22%. Kesembilan, pemerintah melakukan perbaikan fiskal melalui ekstensifikasi dan intensifikasi pajak, tidak saja bagi dunia usaha melainkan juga masyarakat. Kesepuluh, konsisten dalam pengelolaan aspirasi politik sejalan dengan manajemen ekonomi nasional.

 

   Bagaimana dengan ekonomi negara kita ? Belajar dari perubahan fundamental yang dilakukan negara trio macan Asia plus, tampaknya perlu menguatkan keselerasan kebijakan ekonomi makro dan mikro dalam pengelolaan ekonomi nasional. Keselarasan itu adalah mencontoh awal 1970-an saat negara-negara trio macan Asia plus mengawali usaha industri dengan melakukan aliansi strategis usaha dalam bentuk kemitraan vertikal integratif usaha inti. Pola ini mendapat insentif fiskal dan kemudahan dari sektor keuangan dan perbankan.   

 

   Disisi lain, pemerintah dan kalangan pengusaha menggagas pembentukan usaha perkoperasian yang perkembangannya menghasilkan usaha bersama dalam satu atap (holding company). Pemerintah terus mendorong pengembangan usaha inti dan “holding company”. Bentuk usaha mengaitkan pengembangan industri hulu ke pra industri (backward linkages) dan mengaitkan industri hilir ke  industri ke depannya (forward linkages). Alangkah baiknya perlu merespons untuk menerapkan strategi dan langkah yang dilakukan negara trio Macan plus. Dengan demikian, diharapkan ekonomi Indonesia memiliki prospek industrialisasi yang cerah di masa akan datang.***

Advertisements

About Reza F Pratama

college student, admin socmed, windows-mac-android user, videophotographer, web CMS, goweser, yes i am a geek but i don't care

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: